Wanita Yang Tersembunyi

Wanita adalah makhluk terindah yang diciptakan Allah, keindahannya mengalahkan semua pernak-pernik dunia yang indah. Dari begitu indahnya, sampai-sampai diibaratkan dengan segala sesuatu yang terindah di dunia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.”
[HR. Muslim no 1467]

Wanita diibaratkan dengan bunga mawar, karena mawar adalah ratu dari segala bunga. Ia mempunyai benteng pertahanan yang sangat kuat, duri-duri yang melindungi keindahannya membuat orang yang ingin menyentuh ataupun mengambilnya harus berhati-hati.

Begitu pula dengan wanita, ia harus menjadi sosok yang tegas dalam menjaga diri, agar keindahan yang ia miliki tetap terjaga sempurna.

Wanita juga diibaratkan dengan sebuah mutiara yang ada di dalam cangkang kerang. Karena keindahan mutiara tersembunyi di dalam cangkang kerang yang keras, dan untuk mendapatkannya orang-orang harus berjuang dengan menyelam ke dasar laut.

Ia pun harusnya demikian, agar keindahan yang ia miliki tetap terjaga dengan baik dan anggun, ia harus tegas pada prinsip sebagai wanita muslimah.

Jadilah seorang muslimah yang keindahannya sulit didapatkan, namun membawa keberuntungan bagi seorang laki-laki yang memilikinya.

Dan untuk menjadi sosok tangguh seperti itu, tentunya ia harus tegas pada diri sendiri dan tegas pada aturan yang telah Allah tetapkan pada kita sebagai wanita muslimah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Umar ibnul Khaththab radhiyallahu anhu:
“Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri akan menjaga dirinya.”
[HR. Abu Dawud no. 1417]

Wallahu’alam.

Email kh

Suami Yang Shalih

Setiap wanita tentunya berharap dapat bersanding dengan pria yang paham agama, sabar, romantis, perhatian pada istri dan berbagai kriteria ideal lainnya. Lelaki yang memiliki banyak kelebihan, keunggulan harta dan sifat mulia, menarik wajahnya sekaligus ikhwan yang ittibaus sunnah.

Sebuah obsesi yang sah-sah saja dan manusiawi. Namun, sebagai manusia biasa kita juga perlu bersikap realistis bahwa tak ada pria sempurna tanpa cacat dan cela.

Di sinilah kebesaran jiwa dan sikap positif perlu ditanamkan dalam dada bahwa pria itu juga manusia biasa yang mempunyai sisi kelemahan di samping kelebihan.

Tatkala Allah Ta’ala menakdirkan untuk mempersandingkan Anda dengan pria yang kurang romantis, kaku, tidak “care”, dan berbagai kekurangan menurut sudut pandang Anda, yakinlah Anda tetap bisa meraih kebahagiaan.

Jangan terlalu mendramatisir perasaan negatif, namun berupaya mencari celah kebaikannya. Di sisi lain, para wanita pun sejatinya memiliki hal yang sama sebagaimana kaum pria. Di sinilah dalam institusi sakral rumah tangga, masing-masing individu saling melengkapi dan menutupi atau memaklumi sisi-sisi negatif. Dengan menjadikan standar akhlak dan agama sebagai barometer utama agar rumah tangga barakah.

Dan sosok suami shalih yang sejati adalah figur yang memberikan pendidikan dan pengajaran agama Islam. Sebagai pemimpin rumah tangga yang menjaga keluarganya dari api neraka, mengajak pada ketaatan untuk mentauhidkan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman :

يَاأَيَّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا قُوْا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَارًا

Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ….” (QS. At-Tahrim : 6)

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/10526-sosok-suami-shalih.html